News

INTERNATIONAL VOLUNTARY SERVICE

  4 September 2018       admin

INTERNATIONAL VOLUNTARY SERVICE

/AKTIVITAS KERELAWANAN INTERNASIONAL DI API MADIUN

 

Beberapa bulan ini API Madiun kedatangan international voluntary service/aktivitas kerelawanan internasional dari Dejavato Foundation, sebuah organisasi non pemerintah yang berada di bawah naungan Unesco PBB dan merupakan anggota dari CCIVS Unesco (Coordinating Committee for international voluntary service), ICYE Federation (International Cultural Youth Exchange), NVDA (Network for voluntary development in asia). API Madiun dan Dejavato Foundation sudah berkerjasama dari tahun 2016. Beberapa volunteers/sukarelawan sudah ada dari beberapa Negara yaitu Swedia, Perancis, Korea Selatan dan Jepang. Nah berikut adalah beberapa volunteers/sukarelawan di API Madiun di tahun 2018 ini.

1. Volunteers/sukarelawan dari Korea selatan

Dimulai dari tanggal 9 Juli 2018, API Madiun kedatangan dua volunteers/sukarelawan dari korea selatan yaitu Byun Seung Gyu dan Yoo Seok Won, keduanya merupakan mahasiswa semester 3 dari Universitas Dong A jurusan Bahasa inggris dan literatur. Selama berada di API Madiun Seung Gyu dan Seok Won bersosialisasi dengan taruna-taruni API Madiun serta pejabat, dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan API Madiun. Bahkan setiap hari senin s.d kamis dibuka kelas Bahasa korea untuk taruna-taruni dan kelas Bahasa korea untuk pegawai di lingkungan API Madiun. Selain belajar Bahasa korea dan kebudayaan korea secara otomatis taruna-taruni serta pegawai API Madiun juga belajar Bahasa inggris karena materi pelajaran disajikan dengan Bahasa pengantar berupa Bahasa inggris.

 

Ket : dua volunteers/sukarelawan dari korea selatan diterima oleh Bpk Hari budi wakil direktur II API Madiun

 

Ket : kelas Bahasa dan budaya korea untuk pegawai API Madiun

 

Ket : kelas Bahasa dan budaya korea untuk kelas taruna-taruni

Selain mengajar Bahasa korea dan kebudayaan korea, aktivitas sehari-hari dari Seung Gyu dan Seok won adalah berinteraksi dengan taruna-taruni, misal kegiatan futsal bersama, ataupun jalan-jalan menikmati suasana Madiun pada saat taruna-taruni mendapatkan IB. Sedangkan interaksi dengan pegawai di lingkungan API Madiun berupa membantu pekerjaan di Sekretariat, Prodi D III TBJP, Prodi D III TEP, Prodi D III TMP dan Prodi D III MTP serta membantu pekerjaan di masing-masing unit yang ada di API Madiun, misalnya membantu membuat tulisan-tulisan korea di unit Bahasa API Madiun.

Ket : bermain futsal bersama taruna

 

Selain volunteers/sukarelawan mempunyai misi mengenalkan Bahasa dan budaya Negara asalnya, maka API Madiun sebagai tuan rumah juga memperkenalkan budaya Indonesia kepada volunteers/sukarelawan tsb, misalnya dengan mengajak melihat sendratari Ramayana, mengunjungi candi prambanan dan keratin Yogyakarta.

Di akhir program kelas Bahasa dan budaya korea diadakan evaluasi berupa tes tertulis dan tes wawancara terhadap taruna-taruni dan pegawai API Madiun, dan selanjutnya menerima sertifikat sebagai tanda bahwa telah selesai mengikuti program kelas Bahasa dan budaya korea.

 

Ket : ujian wawancara Bahasa korea kelas taruna-taruni

Pada tanggal 3 agustus 2018, seung gyu dan seok won selesai melaksanakan program pertukaran budaya dan Bahasa korea di API madiun dan kembali ke universitas Dong A Korea selatan.

 

2. Volunteers/sukarelawan dari Jepang

Tak berselang lama, pada tanggal 6 agustus 2018, API Madiun kembali kedatangan volunteer/sukarelawan dari jepang yang bernama Sarina Yoshida. Sarina adalah mahasiswi jurusan Bahasa jepang. Sama seperti volunteers dari Korea selatan sebelumnya, sarina juga mengajar kelas Bahasa Jepang dan budaya jepang bagi taruna-taruni dan pegawai di lingkungan API Madiun. Kelas Bahasa dan budaya jepang dilaksanakan setiap hari senin s.d kamis. Karena sarina berasal dari jurusan pendidikan Bahasa jepang, maka jangan dipertanyakan lagi kemampuan mengajarnya. Selain itu Sarina sangat aktif dan mudah bergaul, sehingga Bahasa jepang menjadi lebih mudah untuk dipelajari.

Ket : kelas Bahasa dan budaya jepang untuk taruna dan taruni

Ket : kelas Bahasa dan budaya jepang untuk pegawai API Madiun

Selain itu sarina juga berinteraksi dengan taruna-taruni dan pegawai dilingkungan API Madiun. Berbeda dengan durasi dari volunteers/sukarelawan dari korea yang hamper sebulan di API Madiun, maka sarina hanya menetap selama hamper 3 minggu di API Madiun. Pada tanggal 24 agustus 2018 sarina menyelesaikan program pertukaran budaya dan Bahasa jepang di API Madiun untuk kemudian kembali ke jepang.

Ket : hiasan-hiasan bertema jepang

 

Selain Sarina, pada tanggal 15 Agustus 2018, API Madiun kedatangan volunteer/sukarelawan lagi dari Jepang yang bernama Wako Noguchi yang merupakan mahasiswi jurusan Kesejahteraan social dari universitas ryokoku jepang. Wako diharapkan mampu melanjutkan program kelas Bahasa dan budaya jepang yang sudah dilaksanakan oleh sarina.

Ket : wako-san mengikuti lomba makan kerupuk di hari ulang tahun API Madiun

Ket : kunjungan dari Haruhiko Sakaguchi professor dari wako-san ke API Madiun ditemui oleh wakil direktur I ibu septiana widi dan wakil direktur II bapak hari budi

 

3. Volunteers/sukarelawan dari Polandia

Pada bulan September 2018 API Madiun juga akan kedatangan 2 (dua) lagi volunteers/sukarelawan dari jepang atas nama anna hoketsu dan uchida tomoki, selain itu pada bulan oktober 2018 API madiun juga akan kedatangan volunteer/sukarelawan dari Polandia yang bernama monika pawlak.

Ket : monika pawlak volunteer dari polandia